Minggu, 21 Oktober 2012

Komposisi dan Desain Tari


A.      Komposisi Tari
Komposisi tari merupakan seni membuat/merancang struktur ataupun alur sehingga menjadi suatu pola gerakan-gerakan. Istilah komposisi tari bisa juga berarti navigasi atau koneksi atas struktur pergerakan. Hasil atas suatu pola gerakan terstruktur itu disebut pula sebagai koreografi. Orang yang merancang koreografi disebut sebagai koreografer.
Komposisi tari terdiri dari :
1. Bentuk (pose)
Bentuk (pose) adalah posisi tubuh sebelum bergerak. Terbagi menjadi empat, yaitu terbuka, tertutup, asimetris, dan simetris.
2. Gerak
Gerak adalah posisi tubuh menggerakkan bentuk.
3. Pola lantai
Pola lantai adalah arah atau garis langkah yang dilalui oleh penari. Pola lantai terbagi menjadi dua, lurus dan lengkung.
4.  Arah hadap
Arah hadap adalah arah posisi tubuh penari.
5.  Tataran atau level
Tataran atau level adalah tingkatan posisi tubuh penari. Terbagi menjadi tiga, bawah, tengah, dan atas.
6. Ekspresi atau penjiwaan

B.       Desain Tari
1. Desain Atas (Air Design)
Desain atas merupakan desain yang dilihat oleh penonton, yang  tampak terlukis pada ruang yang berada di atas lantai. Desain atas ini  dapat pula dikatakan atau lebih tepatnya dengan istilah pose dalam tari, karena dilakukan di tempat. Oleh karenanya desain atas akan lebih jelas nampak apabila dilihat dari satu arah penonton atau dari depan.
2. Desain Datar
Desain datar adalah desain yang apabila dilihat dari arah penonnton, badan penari tampak dalam postur tanpa perspektif. Semua anggota badan dalam postur mengarah ke samping.
3.  Desain Dalam
Desain dalam adalah desain yang apabila dilihat dari arah penonton,badan penari tampak memiliki perspektif yang dalam. Beberapa anggota badan seperti kaki dan lengan diarahkan ke belakang, ke depan, ke samping, dan menyudut.
4.  Desain Vertikal
Desain Vertikal adalah desain yang menggunakan anggota badan pokok yaitu tungkai dan lengan menjulur ke atas atau ke bawah.
5.  Desain Horisontal
Desain horisontal adalah desain yang menggunakan sebagian dari anggota badan mengarah ke garis horisontal.
6.  Desain Kontras
Desain kontras adalah desain yang menggunakan garis-garis silang dari anggota badan atau garis-garis yang akan bertemu bila dilanjutkan.
7.  Desain Murni
Desain murni adalah desain yang ditimbulkan oleh postur penari yang sama sekali tidak menggunakan garis kontras. 
8. Desain Statis
Desain statis adalah desain yang menggunakan pose-pose yang sama dari anggota badan walaupun bagian badan yang lain bergerak.


9.    Desain Lurus
Desain lurus adalah desain yang menggunakan garis-garis lurus pada anggota badan seperti tungkai, torso, dan lengan. Contoh: tancep, Kapang-kapang.
10.  Desain Lengkung
Desain lengkung adalah desain dari badan dan anggota –anggota badan lainnya menggunakan garis lengkung. Contoh: ukel, ngigel.
11.  Desain Bersudut
Desain bersudut adalah desain yang banyak menggunakan  tekukan-tekukan tajam pada sendi-sendi seperti lutut, pergelangan tangan, kaki, dan siku. Contoh: mendhak, kambeng, ridhong sampur, agem pada tari Bali.
12.  Desain Spiral
Desain Spiral adalah desain yang menggunakan lebih dari satu garis lingkaran yang searah pada anggota badan. Contoh: glebagan, melincer pada tari Bali.

  1. Tari Pendidikan
Tari pendidikan meliputi hal-hal berikut: pewarisan nilai-nilai seni maupun proses pembelajaran dan apresiasi tari yang makin terasa kekurangannya.
    Tari pendidikan (educational dance) adalah tari sebagai sarana atau media pendidikan. Pencetus tari  pendidikan adalah Rudolf  Laban. Tari pendidikan dikenal juga dengan istilah exspressive dance dan creative dance. Hal ini dikarenakan bentuk tarian ini menekankan pada ekspresi diri peserta didik dan menekankan pada metode kreatif (khususnya proses kreatif). Metode ini sering juga disebut dengan metode creative movement,  yaitu suatu model pembelajaran tari yang menekankan kepada kebebasan gerak pribadi yang menggunakan gerak yang universal ( gerak keseharian seperti berjalan, berguling, berlari dan sebagainya), dalam aktivitas belajar menari dirumah/keluarga, kelompok bermain, sekolah dan sebagainya. Metode dan model pembelajaran tari ini secara luas dapat juga digunakan untuk anak, remaja dan orang dewasa (Ulmann dalam Laban, 1976:29)

Dari berbagai sumber

1 komentar: